Kadisdik Kabupaten Pelalawan Larang Pungutan Uang Pembangunan

Written By Unknown on Jumat, 01 Juli 2011 | 18.09

Setelah banyak orang tua memprotes, akhirnya Kadisdik Pelalawan MD Rizal mengumumkan larangan bagi sekolah memungut uang pembangunan.

Kadisdik Pelalawan Larang Sekolah Pungut Uang Pembangunan

PANGKALANKERINCI - Kepala dinas pendidikan kabupaten Pelalawan MD Rizal MPd marah besar setelah mengetahui banyak sekolah di Pelalawan memungut uang jutaan rupiah kepada calon siswa. MD Rizal membuat pernyataan pedas dengan menuding beberapa kepala sekolah melegalkan pungutan liar.

‘’Bagi saya uang pembangunan sama dengan Pungli. Saya tegaskan sekali lagi, bahwa masalah sarana dan prasarana sekolah itu ranahnya Pemda Pelalawan. Sekolah tidak usah ngurusi yang seperti itu,’’ ujar MD Rizal yang mengaku baru saja menerima pengaduan langsung dari beberapa orang perwakilan wali murid di kantornya.

Sumber :

Selain uang pembangunan, beberapa item biaya lainnya juga disebutnya sebagai pungutan liar, sebab sudah ditanggung pemerintah lewat biaya rutin sekolah. Seperti uang iuran OSIS, biaya kartu pelajar, biaya kartu OSIS dan uang BP3. Kepada sejumlah wartawan dan sejumlah wartawan mantan sekretaris dinas pendidikan Pelalawan itu memperlihatkan kertas berisi daftar biaya masuk SMAN 2 Pangkalankerinci.

Menurutnya di Pelalawan banyak sekali sekolah yang melakukan pelanggaran dalam menetapkan biaya masuk bagi siswanya. Yang sudah dilaporkan ke dinas pendidikan diantaranya SMAN 1 Pangkalankerinci, SMAN 2 Pangkalankerinci dan SMAN 1 Pangkalan Kuras. Diluar itu kemungkinan masih ada sekolah lain yang juga melakukan pelanggaran sama. Untuk itu MD Rizal selaku pejabat yang bertanggungjawab dibiang pendidikan akan memanggil para kepala sekolah pekan depan.

‘’Saya akan memanggil semua kepala sekolah yang terindikasi melakukan pelanggaran. Intinya kita tidak mau ada masyarakat yang tidak bisa sekolah hanya gara-gara masalah finasnsial,’’ imbuhnya.

Ditanya kemungkinan pengembalian uang siswa yang sudah terlanjur dibayar, MD Rizal tidak menjawab secara tegas. Ia juga belum bersedia menjelaskan sanksi yang akan diberikan kepada kepala sekolah jika terbukti melakukan pungli. ‘’Saya tidak mau biaya masuk sekolah memberatkan masyarakat. Yang jelas kita panggil dulu kepala sekolahnya, masalah sanksi itu rahasia kami,’’ tegasnya. ***(feb) 



Sumber : www.riauterkini.com

Nasionalisme Yang Buta

Nasionalisme bisa diwujudkan dalam perkataan kecintaan terhadap negara dan kepedulian terhadap sesama sebangsa dan setanah air. Namun nasionalisme dapat diartikan dalam senjata yang paling mematikan dalam dunia peperangan. Namun terkadang nasionalisme yang berlebihan membuat kita buta dan lucu. Tanpa disadari jadi bahan ketawaan orang2 diluar sana. Contohnya adalah kasus Ruyati yang dihukum pancung di arab saudi karena perbuatannya yang membunuh majikannya sendiri. Sedangkan hukum diarab saudi adalah hukum islam. Membunuh maka dibunuh. Apa yang dilakukan arab saudi sudah benar menurut aturan hukum disana. Jika saya ditanya apakah anda peduli dengan kasus ruyati ? Jawabannya adalah nggak sama sekali... Simak kasus Ruyati berikut yang tak pernah dijelaskan secara detail di media televisi.

republika.co.id, makkah - arab news menuliskan berita tentang reaksi di indonesia atas eksekusi mati ruyati. Pada hari yang sama, mereka juga menurunkan tulisan tentang penyebab ruyati dihukum mati. Mereka mengutip sumber dari kementerian dalam negeri arab saudi yang mengatakan hukuman royati - demikian mereka menulis nama ruyati - tak mungkin diampuni. royati beth sabotti sarona dinyatakan bersalah membunuh khairiya hamid binti mejlid dengan memukul berkali-kali di kepala dengan sebuah palu daging dan menikam di lehernya, kata kementerian itu menjelaskan. kementerian itu tidak merinci motif kejahatan, juga tidak mengungkapkan hubungan antara dua wanita itu. "polisi menangkap pelayan segera setelah kejahatan dan setelah penyelidikan kasus itu diteruskan ke pengadilan syariah, yang menjatuhkan hukuman mati. Putusan itu kemudian disahkan oleh pengadilan banding," kata kementerian itu. kejahatan berlangsung sekitar satu setengah tahun lalu dan direncanakan, kata mereka. Dia menunggu sampai keberangkatan putra majikannya yang berusia 70 tahun itu untuk bekerja. Sementara, saat sang majikan melakukan shalat dhuha, ia memukul kepalanya dengan palu beberapa kali. Ketika wanita saudi berusaha untuk lari ke ruangan lain, dia mengikutinya dan ditusuk di leher. pelayan itu, setelah mencuci noda-noda darah dari tangannya, mencoba melarikan diri. Dia meninggalkan tkp dengan taksi, tetapi sopir taksi merasa ada sesuatu yang salah dengan wanita itu dan menyerahkan ke kantor polisi al- mansour. Polisi kemudian melakukan investigasi dan dia mengakui kejahatannya. media ini menutup tulisannya dengan menyatakan sekitar 70 persen dari 1,2 juta warga indonesia di arab saudi adalah bekerja sebagai pembantu rumah tangga.
kesalahan ruyati sangatlah digolongkan kejam. Dengan sengaja menganiaya korban berusia lanjut yang sedang sholat. Dan apa yang terjadi di indonesia.
atas dasar nasionalisme peduli nasib sesama sebangsa dan setanah air. Maka mereka smua Buta dan bicara asal dengan teatrikal dengan wawasan sempit dan tak berakal.
Lihat Mahasiswa kita berdemontrasi seolah menyalahkan arab saudi yang menjunjung hukum dinegaranya. Bukannya kita tau bahwa 'dimana bumi dipijak maka disitu langit dijunjung' artinya kita harus hargai hukum yang berlaku disana. Intinya adalah katakan yang salah itu salah dan benar itu benar. Meski saudara sedarah kita yang melakukan kesalahan wajib dipersalahkan. Dan jangan pernah membenarkan sesuatu yang salah. Justru prihatin dengan mahasiswa kita yang mestinya terpelajar malah bersikap tak wajar tanpa belajar memahami masalah terlebih dahulu. Mestinya segala tindakan mestilah mendahulukan akal. Saya ketawa melihat demo besar2an disertai teatrikal yang dipertontonkan namun dasarnya adalah membela sesuatu yang salah.
Belum lagi yang memberikan sumbangan pada pembunuh yang kejam dengan dalih koin peduli untuk ruyati. Dan pengalangan dana anak2 SD yang dimotori Guru2nya... dan belum lagi media televisi yang seolah menutup kesalahan Ruyati dan dalam hal ini menyalahkan Pemerintah....
Mungkin Pemerintah wajib melindungi warganya namun untuk kasus ini pemerintah tersa enggan melakukan pembelaan terhadap sesuatu yang nyata salah secara hukum. Dan apa lagi kita tak bisa mencampuri hukum yang berlaku dinegara orang lain.
jika saya pikir untuk kasus seperti ini tidak perlu dibela sebab salah sudah semestinya dipersalahkan. Jika pemerintah terus membela sesuatu yang sudah jelas melanggar Hukum dan norma kemanusiaan maka ini akan menjadi budaya yang tak elok dan TKI diluar sana tak segan2 berbuat jahat pada orang lain. Dan pemerintah harus punya indikator dan karakteristik yang menjadi tanggung jawab Pemerintah dan mendapatkan HAK nya untuk pembelaan secara hukum.

SMKN 1 Pangkalan Lesung

Written By Unknown on Rabu, 29 Juni 2011 | 23.33

SMKN 1 Pangkalan Lesung berdiri Tahun 2005 yang terdiri dari Program kejuruan :
1. Teknik Mekanik Otomotif,
2. Teknik Elektronika Audio-Video, dan
3. Bisnis dan Manajemen Akuntansi.
Kemudian pada tahun ajaran baru 2007/2008, SMK Negeri 1
Pangkalan Lesung membuka Program Keahlian baru yaitu
Program Keahlian Teknik Informatika dengan bidang Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan.
Pada tahun ajaran 2009/2010 direncanakan membuka Program
Keahlian baru yaitu Teknik Mekanik Sepeda motor.Dengan kata lain
SMK Negeri 1 Pangkalan Lesung telah menjadi SMK multi program yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah.
Kami menyadari bahwa dengan dibukanya beberapa jurusan,
kami harus menyiapkan sarana dan prasarana yang mendukung
kegiatan belajar mengajar. Demikian juga dengan tenaga pengajar
yang dituntut untuk mengimbangi pesatnya kemajuan teknologi
yang digunakan di industri, sehingga lulusannya dapat bersaing
dalam memasuki dunia kerja di perusahaan/ Industri.
Sekolah yang terletak di tengah industri dimungkinkan untuk
dikembangkan sedemikian rupa, apalagi dalam kabupaten pemekaran yang memiliki sumber daya alam berlimpah.
Sebagai sebuah SMK yang bertujuan untuk menyiapkan tenaga
kerja yang mampu bersaing di era global, hal-hal tersebut adalah
suatu keharusan yang semestinya diperhatikan sehingga setiap
lulusan memiliki kompetensi sesuai dengan standart kurikulum
yang mengacu pada kompetensi standart perusahaan/
industri.

Potensi Perkebunan Karet di Pelalawan

Written By Unknown on Senin, 27 Juni 2011 | 08.08

PELALAWAN-Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Pelalawan, HT Muktarudin pada Halloriau.com di Pangkalan Kerinci, Kamis (23/6) kemarin menyatakan kultur tanah di empat kecamatan yang ada di Kabupaten Pelalawan dinilai sangat cocok dijadikan lahan Karet. ''Empat kecamatan yang dinilai memiliki kultur tanah yang bagus untuk perkebunan karet itu diantaranya Kecamatan Teluk Meranti, Kerumutan, Langgam, dan Bunut,'' ungkapnya.
Oleh sebab itu, pihaknya sengaja memilih lokasi ini untuk membudidayakan salah satu jenis komoditi perkebunan tersebut. Apalagi karet juga memiliki nilai ekonomis yang cukup baik.
Sedangkan dana yang dialokasikan untuk program budidaya karet pada tahun ini, lanjutnya, menelan dana Rp 2,2 Milyar rupiah yang berasal dari bantuan sebesar Rp1,3 milyar dan dari dana alokasi khusus sebesar Rp 900 juta. Diharapkannya dana tersebut bisa  mendukung kegiatan yang akan mendukung program lain, seperti program kebun desa. (And)

Sumber : Halloriau.com

Medco Bangun Rumah Pintar di Kerumutan

Sebagai wujud kepedulian kepada dunia pendidikan, PT Medco akan mendirikan rumah pintar di
Kerumutan yang nanti nya bisa dipergunakan pelajar yang ada di Kerumutan untuk menambah ilmu dan pengetahuannya. Rumah pintar merupakan penyempurnaan dari taman bacaan yang bukan hanya berisikan buku buku pengetahuan saja. Namun juga disediakan fasilitas komputer dan pendukung lainnya. Hal ini diungkapkan oleh Humas PT Medco Marwan Umar kepada riauonline.com. “Kita akan bangun rumah pintar di Kerumutan, ini merupakan wujud kepedulian Medco terhadap dunia pendidikan melalui program Community Depelovement (CD )” ujarnya. Masih menurut marwan pada saat ini pihak Medco tinggal
merealisasikan program tersebut, lokasi bangunan telah tersedia maupun buku buku bacaan juga telah ada tinggal menunggu pembangunannya. ''Segala sesuatunya telah dipersiapkan, tinggal emmbangunnya saja, buku bukunya pun telah tersedia, insya Allah dalam waktu dekat bakal terealisasi ” lanjutnya. Dengan dibangunnya rumah pintar di Kerumutan, Medco berharap masyarakat terutama para pelajar dapat memamfaatkan fasilitas tersebut untuk pengetahuan masyarakat
Sumber : Riauonline.com

Kirim Saran

Nama

Email

Telepon

Saran