Kerusakan Jalan Pelalawan Sangat Memprihatinkan

Written By Unknown on Sabtu, 12 Maret 2011 | 05.12

Hipmawan News : Kerusakan jalan disepenjang jalan lintas timur Pelalawan sangat memprihatinkan dan membahayakan buat para pengguna jalan. Masalah kerusakan jalan ini sudah berlangsung lama dan hingga saat ini belum ada perhatian pada pihak terkait. Hingga saat ini akibat kerusakan jalan sudah banyak menelan korban baik luka2 bahkan merenggut nyawa.
Hingga saat ini tiada perhatian terhadap perbaikan dan tindakan pengamanan bagi pengguna jalan agar tidak terulang lagi kecelakaan lalu lintas yang merenggut korban.
Mengenai hal ini kita nggak tahu sampai dimana kebijakan pemerintah daerah terhadap jalan2 nasional namun setahu kita jalan2 yang ada sangat memprihatinkan dan dapat dikategorikan membahayakan yang sewaktu2 bisa mengancam keselamatan pengguna jalan secara umum..
Dipangkalan lesung misalnya , kerusakan disejumlah jalan lintas timur dalam kondisi membahayakan dan telah memakan korban jiwa. kita tak bisa membayangkan jika pengguna jalan melewati kerusakan jalan dengan kecepatan sedang bahkan ada kerusakan jauh dari jangkauan pendangan misal, dipuncak pendakian jalan ...

Kita sebagai mahasiswa peduli masyarakat hanya bisa menghimbau pihak2 terkait agar menjalankan tanggung jawabnya segera. AgAr tidak menelan korban terlalu besar ditempat yang sama...

Harris Marwan dipastikan memimpin Pelalawan 2011-2016

Written By Unknown on Rabu, 23 Februari 2011 | 21.15

Hasil Rapat pleno KPU Terbuka di gedung Daerah Laksamana Mangkudiraja Rabu
(23/2/11) menetapkan
pasangan M Harris-Marwan Ibrahim sebagai
pemenang dari tiga calon kandidat periode 2011-2016.
Rapat pleno, KPU Pelalawan dengan materi peetapan Harris-
Marwan sebagai calon terpilih bupati dan wakil Pelalawan 2011,
tanpa dihadiri pasangan nomor urut dua dan tiga berlangsung dengan suasana haru kebahagiaan dari pendukungnya.
Rapat pleno
tersebut dipimpin oleh ketua KPU Pelalawan, Ir Abdul Hamid.
Menurut Hamid pasangan Harris-Marwan mendulang suara
terbanyak, disusul pasangan nomor urut tiga yakni Anas-Narsum
kemudian, pasangan paling buncit diperoleh oleh pasangan Khalil-
Tamrin.
Dari 526 Tempat Pemilihan Suara (TPS) yang ada dikabupaten
Pelalawan pemilih hanya menggunakan hak suara 126.638 dari
199.812 Daftar Pemilihan Tetap (DPT). Berdasarkan, persentase
hasil rekap pleno akhir KPU Pelalawan di 12 kecamatan Harris-
Marwan unggul, dengan perolehan suara 51.296 atau 41 % ,
sementara itu Khalil-Tamrin, total suara 24.391 suara atau 20 % ,
dan Anas-Narsum memperoleh total 48.261 suara 48.261
persantase, 39 % .
Secara keseluruhan kata Hamid, pasangan Harris-Marwan unggul
3.035 suara dari pasangan Anas-Narsum.
Harris-Marwan yang didaulat memberikan sambutan,
kemenangan ini bukanlah kemenangan Harris dan Marwan,
melainkan kemenangan rakyat Pelalawan. "Ini bukan kemenangan,
Harris dan Marwan melain kemenangan rakyat Pelalawan,"

Hipmawan mengucapkan selamat atas terpilihnya H Harris-marwan sebagai Bupati Pelalawan 2011-2016. Semoga menjadi pelalawan yang lebih baik. Khususnya di dunia pendidikan.

Sumber :
www.riauterkini.com
Edited by Tim Kreatif Hipmawan

Meski Belum Resmi Harris Berkemungkinan akan Unggul

Written By Unknown on Jumat, 18 Februari 2011 | 09.37

Meskipun belum diumumkan secara resmi oleh Komisi Pemilihan Umum namun kemungkinan Harris akan mengungguli kompetitornya dan berkrmungkinan akan maju sebagai Bupati kabupaten Pelalawan 2011-2016 nanti. kandidat yang diusung dari partai Golkar ini memenangkan suara secara dibeberapa TPS namun pasti atai tidaknya keputusan resmi ada pada KPU Pelalawan.

Masyarakat diharapkan bersabar menunggu hasil rapat pleno hasil resmi penetapan secara resmi dari Komisi Pemilihan Umum. dan siapapun nanti yang akan maju sebagai pemimpin pelalawan kedepan diharapkan bisa memegang amanah rakyat dan mensejahterakan rakyat pelalawan khususnya.

Penting di ingat siapapun nantinya jadi pemimpin lebih memerhatikan pendidikan demi terciptanya SDM yang unggul. Karena pendidikan merupakan ujuk tombak dan sebagai awal perubahan lebih baik. Dengan menurunnya angka kebodohan maka menurun pula angka kemiskinan dibumi pelalawan. Amin....

Namun dalam hal ini berharap siap menanam SDM baru berkualitas dan siap pula memanennya suatu saat kelak... Pendidikan Hal paling utama diperhatikan terutama ditempat pedalaman yang masih rendah tingkat pendidikan. Seperti Desa Lipai Bulan dan sebagainya... Diharapkan ada sosialisasi dan perhatian lebih untuk membuka jalan pikiran sahabat kita mengubah paradigma untuk masa depan yang jauh lebih baik...

Racuni Hati Nurani Rakyat Dengan Membagi-bagikan Uang

Written By Unknown on Rabu, 16 Februari 2011 | 07.47

Ketidak sportipan dalam pemilu dengan menbagi-bagikan uang pada masyarakat ini merupakan racun dan virus2 demokrasi yang harus dimusnahkan. Kalangan tertentu merusak suasana pemilu dengan paraktek 'money politik' haram yang tak sepantasnya membeli hati nurani rakyat dengan uang.

Saya nggak bicara siapa dan siapa dan golongan mana. Namun saya berpikir miris pada golongan manapun yang menghamburkan uang yang tidak pada tempatnya untuk mendapat kemenangan dengan cara membeli hati nurani rakyat. tapi saya yakin masyarakat kita cukup pintar dan mengenal tipikal politisi yang menghalalkan segala cara dalam meraih kemenangan meski lewat parakte haram 'money politik' dengan cara menyogok hati nurani rakyat untuk menuntun tangannta mencoblos koalisinya.

Saya berharap masyarakat berpikir kritis dan memilih secara pintar. Realistis sebelum menduduki jabatan saja sudah melakukan paraktek haram dengan mengahamburkan uang yang tidak pada tempatnya. Dan mencoba bembeli hati rakyat dengan uangnya. Apa jadinya jika tipikal politisi seperti ini menjadi pemimpin negeri ini. ratusan juta rupiah untuk kesuksesan pemilunya dan diakumulasi mustahil akan dikembalikan dalam jangka pangku jabatan lima tahun jika dilihat dari gaji seorang bupati. Masyarakat bisa berpikir jauh kedepan. Setiap uang yang dihamburkan merupakan nilai investasinya yang harus dikembalikan. realistis memang jika menghamburkan dengan sgala cara dan kemungkinan akan mengembalikan dengan sgala cara pula.

Peneturan dari seorang sahabat tentang hal ini menyatakan 'jika ada ngasih uang kita ambil saja namun masalah pilihan tetap pilihan sendiri'. Juga penutuaran ibu rumah tangga yang saya pikir cukup pintar saat oknum tertentu mencoba membeli suaranya mewakili kelompok yasinan 'mereka menawarkan berupa janji dan uang namun uang kami terima dan masalah pilihan kami serahkan ke hati nurani masing'. betapa tingkat pemikiran masyarakat cukup tinggi dalam menilai bahwa tindakan membeli suara rakyat adalah bentuk cerminan pemimpin yang tidak beradab...

Berharap masyarakat kita lebih pintar dan lebih mengtahui gerak gerik pelaku calon pemimpin kita yang tidak terpuji yang merasa kekuatan kekuasaan terletak pada uang. Penggantian paradigma masyarakat tentang paraktek curang pemilu merupakan tindakan yang mencerminkan burukanya moral calon pemimpin tersebut. Dan layaknya budaya politisi buruk ini hendaknya bisa kita perangi bersama.

Mahasiswa sebagai golongan pelajar hendaknya menjadi pahlawan dan membimbing masyarakat kita yang mungkin masih berpikir logika untuk menggunakan hati nuraninya dalam memilih. Memberi pangarahan tentang budaya2 politisi dalam berbuat cuarang dalam pemilihan. Penyuluhan sosial mengenai 'money pilitik' misalnya...

Maraknya money politik seakan menjadi budaya politisi tertentu yang seakan dibiarkan dengan lemahnya manajemen dan kebijakan pemilu. Pemerintah bisa saja mengluarkan kebijakan dan berhak dikualifikasi jika ada calon pemimpin yang melakukan pelanggaran dalam hal pemilu. Misalnya 'money politik' dengan membeli atau mencoba menyogok hati nurani masyarakat untuk kepntingannya. Dan jika terbukti dan dibuktikan secara real bisa dikenakan sangsi diskualifikasi. Perlunya cek n ricek hasil pemilu sehat dan tidak cacat demokrasi sangat menentukan pemimpin tepat dalam negeri ini. Dan jika terbukti secara real kebenarannya langsung didiskualifikasi dan jabatan dilimpahkan pada calon pemimpin yang lebih bersih dan jujur dibawah suara yang telah didiskualifikasi.

Negeri ini seolah menutup mata pada kelemahan tanpa melakukan perbaikan pada tiap2 celah kekurangan yang ditemui. budaya reformasi dalam pembaharuan terus menerus mencakup dalam sgala sistem yang ditemui menuai kelemahan dan sekan menjadi budaya seperti halnya 'money politik' seolah bangsa ini dicerminkan. Siapa yang memiliki uang dialah penguasa tanpa harus tau uang tersebut dugunakan di jalan haram demokrasi...
Bangsa ini terbagi dalam beberapa elemen saja sebagi contoh politi, ekonomi, budaya dan sosial, keamanan, kesehatan dll. Yang memiliki sistem masing2. Sistem perekonomian, sistem keamanan, sistem politik dll... Yang memerlukan pembaharuan ditiap celah kelemahan yang ditemui dalam hal penyempurnaan sistem... Karena apapun itu bergantung pada sistem dan pola yang dirancang secara benar. Bagaimana sistem perpolitikan kita ? Sejauh mana perkembangannya ? apa saja yang melenceng dari sistem ? Apa saja kelemahannya ! Dan jadi pertanyaan mendasar. Adakah perbaikan pada kelemahan sebuah sistem agar menjadi sebuah sistem yang disempurnakan. Dalam hal matemetika sistem ini bisa diumpamakan sebagai rumus atau formula untuk mendapatkan hasil yang benar.

Dalam hal money politik yang seolah menjadi budaya didunia perpolitikan di indonesia tentunya juga akan membudayakan praktek korupsi, belum punya kebijakan saja sudah curang, belum jadi pemimpin saja sudah Berani menyuap rakyat. dalam hal ini tidakkah negeri ini menemuai kelemahan pada sistem perpolitikannya. Tidakkah menemumukan solusi perbaikan dalam sistemnya. . . Bangsa ini akan besar jika mau belajar dari kelemahannya sebagai acuan dan nenjadi kekuatan untuk masa yang akan datang...

Saya muak dan benci sama calon pejabat yang mencoba praktek haram money politik dengan membeli hati nurani rakyat untuk kepentingannya. Berpesta pora seolah dialah pemengnya. anehnya hal ini menjadi budaya politik negeri ini. . . Dimana pemimpin dunia perpolitikan di indonesia. . ?

Saya Mengutuk Ideology Jahit Mulut sebagai aksi Protes

Written By Unknown on Selasa, 15 Februari 2011 | 16.13

Aksi gila yang menuntut keadilan dengan jalan menjahit mulut agar mendapatkan sorotan pemerintah dengan menunggangi media ini sangat memilukan. Tidak adakah cara lazim dan cara pintar dalam menyampaikan inspirasi pada pemerintahan. Dan siapa penggerak ide seperti ini dan inilah cara terbodoh yang saya temui...

Bodohnya skenario bersemboyan menuntut keadilan dari pemerintah ini dengan aksi menjahit mulut dengan menyiksa diri sendiri dan terakhir saya lihat mengenai aksi protes pembangunan apartemen yang sebelumnya dijanjikan salah satu pemprov di indonesia sebagai taman hijau terbuka namun dijadikan pembangunan apartemen.
dan timbul cara bodoh sebagai aksi protes untuk menuntut keadilan yang diskenariokan.

Melibatkan kaum ibu2 yang merasa dirugikan tercipta sebuah skenario yang memprihatinkan. Ibu2 dipandu dan digerakan dengan aba2 tertentu dan diajarkan cara anarki merobohkan pagar dan berkata "mampus" dan melanjutkan aksi jahit mulut. Saya merasa miris dan prihatin dan mengutuk cara terbodoh dalam menyuarakan inspirasi ini.

Media sebagai transformasi menjadi alat pelopor aksi agar diliput dan mengharap pemerintahan prihatin. Jangankan pemerintah dari kalangan intelektual tinggi. Saya pun mengaggap ini cara terbodoh yang menunjukan tingkat pemikiran yang tak lazim alias pola pikir primitif. Sekalipun menuntut kebenaran harusnya dengan cara yang benar dan tepat. Melayangkan aksi protes kepemerintah secara tersurat atau melibatkan kalangan organisasi mahasiswa sebagai bagian memperjuangkan hak-hak rakyat.

Ayolah berpikir lebih relaistis berharap kedepan tak ada lagi aksi2 bodoh seperti ini dan jangan melibatkan kelemahan golongan yang merasa kecewa dengan ide2 gilanya. Masih banyak cara lain. Baik diplomasi ringan hingga keras dan melibatkan kalangan mahasiswa ikut menyuarakan hati rakyat...

Kirim Saran

Nama

Email

Telepon

Saran