Tampilkan postingan dengan label hipmawan pekanbaru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hipmawan pekanbaru. Tampilkan semua postingan

Sebuah Renungan di Hari Ibu " Disaat Daku Tua.... "

Written By Mahyudin on Rabu, 22 Desember 2010 | 07.58

moga kita bisa lebih tau dan ngerti tentang seorang ibu...

Disaat daku tua, bukan lagi diriku yang dulu.
Maklumilah diriku, bersabarlah dalam menghadapiku.

Disaat daku menumpahkan kuah sayuran di bajuku,
Disaat daku tidak lagi mengingat cara mengikatkan tali sepatu.
Ingatlah saat-saat bagaimana daku mengajarimu,
membimbingmu untuk melalukannya.

Disaat saya dengan pikunnya mengulang terus menerus ucapan yang membosankan mu.
Bersabarlah mendengarkanku, jangan memotong ucapanku,
Dimasa kecilmu, Daku harus mengulang dan mengulang terus sebuah cerita yang telah saya ceritakan ribuan kali hingga dirimu terbuai dlm mimpi.

Disaat saya membutuhkanmu untuk memandikanku,
Janganlah menyalahkanku.
Ingatlah dimasa kecilmu, bagaimana daku dengan berbagai cara membujukmu untuk mandi ?

Disaat saya kebingungan menghadapi hal-hal baru dan teknologi modern,
Janganlah mentertawaiku.
Renungkanlah bagaimana daku dengan sabarnya menjawab setiap kata "Mengapa ?" yg engkau ajukan disaat itu.

Disaat kedua kakiku terlalu lemah untuk berjalan,
Ulurkanlah tanganmu yang muda dan kuat untuk memapahku.
Bagaimana dimasa kecilmu daku menuntunmu melangkahkan kaki untuk belajar berjalan.

Disaat daku melupakan topik pembicaraan kita,
Berilah sedikit waktu padaku untuk mengingatnya.
Sebenarnya, topik pembicaraan bukanlah hal yang penting bagiku, asalkan engkau berada disisiku utk mendengarkanku, daku telah bahagia.

Disaat engkau melihat diriku menua, janganlah bersedih.
Maklumilah diriku, dukunglah daku, bagaikan daku terhadapmu disaat engkau mulai belajar tentang kehidupan.

Dulu daku menuntunmu menapaki jalan kehidupan ini, kini temanilah daku hingga akhir jalan hidupku.
Berilah daku Cinta Kasih dan kesabaranmu, Daku akan menerimanya dengan senyuman penuh syukur.
Di dalam senyumku ini, tertanam kasihku yang tak terhingga padamu.

Sebuah Renungan bagi yang mempunyai Orang Tua dan akan menjadi Tua nanti.
SELAMAT HARI IBU……….

SEMOGA KITA DAPAT MEMBAHAGIAKAN IBU......DAN KEDUA ORANG TUA KITA

Memperingati Tahun Baru Islam 1432 H

Written By Unknown on Kamis, 09 Desember 2010 | 08.00

Kamis (09/1O) Himpunan pelajar dan mahasiswa pelalawan mengadakan doa bersama dalam rangka penyambutan tahun baru islam 1 Hijriah 1432 di kediaman sekretariat Hipmawan Wisma bujang tandomang marpoyan pekanbaru. Yang dipimpin oleh al ustaz "khairul amin"

Meskipun hujan namun teman hipmawan tetap semangat dan antusias mengikuti acara tersebut meskipun beberapa teman kita berhalangan untuk hadir pada malam tersebut...
Saudara izun (ketua Hipmawan) juga menyampaikan rasa terima kasih kepada teman2 hipmawan yang berkesempatan hadir dan berpastisipasi dalam acara tersebut... Dalam pidato beliau menyampaikan beberapa hal penting mengenai kegiatan hipmawan dan program beasiswa gelombang kedua yang bisa diambil pada bulan desember ini.
Dihadri juga ustads khairil amin yang memberikan tausiah mengenai tahun baru islam 1432 H agar lebih menghargai nikmat umur sehingga kita masih dikasih kesempatan untuk bernafas pada tahun baru islam yang ke 1432 hijriah. Dan menerangkan awal tahun baru islam dari cerita rasulullah hijrah dari mekkah ke madina yang dijadikan sebagai awal tahun baru islam (1 Hijriah). Dan beberapa kisah keajaiban nabi Allah yang yang terjadi pada bulan hijriah atau muharram.
Hingga akhirnya acara ditutup dengan renungan suci penggugah rasa penuh suka cita yang diringi musikal religius dalam suasana yang gelap dan tangis teman2 yang menikmati acara tersebut... ***

Hipmawan Pekanbaru Berdemo di DPKKD dan Kantor Bupati tutut tranparant pemerintah mengenai program beasiswa

Written By Unknown on Jumat, 26 November 2010 | 01.49

Add caption

PANGKALAN KERINCI - Sekitar 30 orang mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Pelajar Mahasiswa Pelalawan (Hipmawan) Pekanbaru, Rabu (24/11), mendemo Dinas Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah (DPKKD) yang berada di Kompleks Bhakti Praja dan juga melakukan aksi di Kantor Bupati Pelalawan, Pangkalan Kerinci. Mereka menuntut transparansi pengelolaan keuangan daerah, khususnya dalam hal dana mahasiswa, yang dianggap tertutup selama ini.
Rombongan mahasiswa yang datang dengan satu bus itu langsung berorasi begitu turun dari kendaraan yang membawa mereka. Dalam orasinya, Ketua Umum Hipmawan Izun mengatakan, DPKKD harus transparan dalam mengelola dana beasiswa bagi mahasiswa Pelalawan. "Kami ingin Dinas Keuangan transparan dalam mengelola dana beasiswa bagi mahasiswa Pelalawan," katanya.

Izun menerangkan, sampai saat ini pihak mahasiswa belum mendapat dana mahasiswa gelombang kedua tahun 2010. Padahal, seharusnya dana tersebut sudah cair.

Izun menyatakan, karena belum diberikannya dana beasiswa itu kepada para mahasiswa Pelalawan, ratusan mahasiswa Pelalawan terancam putus kuliah.

Dalam aksinya, para mahasiswa juga sempat menuntut Kepala DPKKD Lahmuddin keluar menemui mereka dan memberikan penjelasan. Namun, hanya stafnya dari bagian pajak, Joni Saidi, yang menemui mereka. "Kepala dinas sejak Minggu kemarin (21 November 2010, red) sedang berada di Jakarta. Tapi, saya bisa memberikan penjelasan mengenai hal ini, meskipun tak bisa memuaskan," kata Joni.

Karena tak puas, mahasiswa kemudian sepakat meninggalkan DPKKD meski pada saat itu Joni Saidi tengah memberikan penjelasan soal dana beasiswa yang diminta oleh mereka.

Mereka yang beraksi dengan membawa berbagai spanduk tuntutan itu melanjutkan demo ke Kantor Bupati Pelalawan. Kehadiran mereka di Kantor Bupati Pelalawan disambut Wakil Bupati (Wabup) Pelalawan HM Harris bersama beberapa stafnya.

Selanjutnya, Wabup membawa mahasiswa itu berdialog di ruang rapat Lantai II Kantor Bupati Pelalawan usai salat dzuhur. Dalam kesempatan dialog itu, Wabup memberikan penjelasan soal dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pelalawan 2010 yang turun drastis, yakni hanya Rp810 miliar. Namun, diluar itu masih ada dana yang bisa dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan dari Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp185 miliar dan Dana Alokasi Khusus nondana Reboisasi (DAK non DR) sebesar Rp39 miliar. Dengan demikian, jumlahnya mencapai Rp1,034 triliun.

"Meski begitu, tetap pada tahun depan fokus utama kita adalah pembangunan desa-desa," katanya.

Sementara, mengenai dana pendidikan, Kepala Bidang (Kabid) Perbendaharaan dan Keuangan Pemkab Pelalawan Tengku Zulfan menjelaskan, dana beasiswa mahasiswa dimaksud akan dicairkan pada bulan Desember.

Ditambahkannya, banyaknya organisasi mahasiswa Pelalawan berkemungkinan menjadi pemicu masalah ini, karena adanya kecemburuan satu organisasi dengan organisasi lainnya. Karena itu, pihaknya mengharapkan mahasiswa membuat satu wadah dari perwakilan perhimpunan mahasiswa yang ada. "Tapi yang jelas, kami hanya menginginkan agar dana bantuan pendidikan itu tepat sasaran, sehingga penggunaannya pun bisa dipertanggungjawabkan," katanya. (hk/02)

Sumber : www.haluankepri.com

Mahasiswa Sebagai Agen Of Change

Written By Unknown on Minggu, 21 November 2010 | 13.03

Menyandang gelar mahasiswa merupakan suatu kebanggaan sekaligus tantangan. Betapa tidak, ekspektasi dan tanggung jawab yang diemban oleh mahasiswa begitu besar. Pengertian mahasiswa tidak bisa diartikan kata per kata. Mahasiswa juga bukanlah hanya sekedar orang yang belajar di perguruan tinggi. Tapi pengertian mahasiswa lebih dari itu. Mahasiswa adalah seorang “agent of change”.
Seorang agen pembawa perubahan. Menjadi seorang yang dapat memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi oleh bangsa ini.

Masyarakat awam melihat mahasiswa sebagai tempat dimana harapan akan
suatu perubahan mereka gantungkan. Secara garis besar, setidaknya ada 3 peranan mahasiwa, yaitu : peranan moral, sosial dan intelektual. Yang pertama peranan moral, dunia kampus merupakan dunia di mana setiap mahasiswa dengan bebas memilih kehidupan yang mereka mau. Disinilah dituntut suatu tanggung jawab moral terhadap diri masing-masing sebagai indidu untuk dapat menjalankan kehidupan yang bertanggung jawab dan sesuai dengan moral yang hidup dalam masyarakat. Kedua adalah peranan sosial. Selain tanggung jawab individu, mahasiswa juga memiliki peranan social, yaitu bahwa keberadaan dan segala perbuatannya tidak hanya bermanfaat untuk dirinya sendiri tetapi juga harus membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Yang terakhir adalah peranan intelektual. Mahasiswa
sebagai mahluk yang digadang-gadang sebagai insan intelek haruslah dapat mewujudkan status tersebut dalam ranah kehidupan nyata. Dalam arti menyadari betul bahwa fungsi dasar mahasiswa adalah bergelut dengan ilmu pengetahuan dan memberikan perubahan yang lebih baik dengan intelektualitas yang ia miliki.

Peranan mahasiwa dalam kaitannya untuk mewujudkan kehidupan bangsa Indonesia yang lebih baik, bangsa ini tidak akan pernah mempunyai harapan bila para pemudanya, khususnya mahasiswa, hanya pandai berbicara “Indonesia bisa berubah”, “ Kami bisa merubah Indonesia”, atau “ Indonesia masih punya harapan “, tanpa pernah melakukan tindakan nyata, tanpa pernah memberikan kontribusi nyata untuk Indonesia yang lebih baik. Karena segala janji dan ikrar takkan pernah berarti apa-apa tanpa diiringi dengan tindakan nyata. Untuk itu, setiap mahasiswa harus bersinergi, berfikir kritis dan bertindak konkret, untuk secara bersama-sama menjadi pelopor dalam pembaharuan kehidupan bangsa.

Seorang mahasiswa tidak pernah salah. Ketika apa yang ia bicarakan benar maka berati ia hebat. Tetapi ketika apa yang ia bicarakan adalah maka itu karena ia sedang belajar. Jadi penting bagi kita semua bahwa sebagai mahasiswa kita tidak boleh takut untuk terus belajar. Belajar tidak hanya didapat di bangku perkuliahan. Belajar berorganisasi dan kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya dapat meningkatkan pemahaman kita tentang kehidupan yang sebenarnya.

Terlebih lagi bagi para mahasiswa Fakultas Hukum, dalam setiap pergerakan, advokasi2 terhadap rakyat, mahasiswa fakultas hukum seharusnya berada pada garda paling depan. Kenapa? Karena kita punya ilmu akan itu. Kita punya ilmu akan advokasi, ilmu mengenai hukum, ilmu untuk membela rakyat yang lemah dari kesewenang-wenangan para penguasa.

Tapi pertanyaannya, mengapa kita harus berbuat sesuatu untuk rakyat? Mengapa bukan orang lain? Sebagai seorang mahasiswa universitas penyandang nama negara yang kehidupan kampusnya disubsidi dari pajak penghasilan rakyat, kita tidak boleh melupakan tridharma perguruan tinggi yang terakhir yaitu, pengabdian masyarakat. Terlebih lagi tanah yang digunakan oleh Universitas Indonesia merupakan hibah dari para masyarakat sekitar yang merelakan tanah mereka untuk pembangunan sebuah universitas secara cuma-cuma. Oleh karena itu, kita tidak boleh menjadikan kampus UI sebagai menara gading yang jauh dari masyarakat, tetapi kita harus menjadikan kampus UI kita tercinta ini sebagai menara air yang menyejukkan dan memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.

Untuk mewujudkan semua itu, setidaknya ada 3 hal penting yang harus diperhatikan bagi seorang mahasiswa yang menjadi seorang aktivis sosial, yaitu:

pertama, kita tidak boleh melupakan tugas utama kita sebagai mahasiswa yang harus bertanggung jawab atas keilmuan dan kompetensi diri sebagai
bagian dari civitas akademika UI.

Kedua, kita juga tidak boleh melupakan tanggung jawab kita terhadap kedua
orang tua sebagai seorang anak dimana setiap orang tua pastilah menginginkan anaknya untuk sukses dan dapat menjadi kebanggaan bagi mereka.

Ketiga, semua dilakukan secara seimbang, sesuai dengan porsinya masing-masing. Artinya kita dapat menyeimbangkan semua kewajiban kita sebagai seorang anak, seorang mahasiswa, seorang aktivis, dan lain sebagainya.

Demikianlah, dapat jelas terlihat bahwa peranan mahasiswa sebagai agen perubahan bukanlah sekedar jargon bukan pula hanya sebuah slogan tetapi hal ini harus dijadikan sebagai pemicu untuk dapat direalisasikan ke dalam kehidupan nyata. Bahwa kita, mahasiswa Hukum Fakultas Indonesia sudah menyatakan komitmen bahwa kita tidak akan hanya sekedar berpangku tangan, bahwa kita akan berbuat sesuatu untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

Pentingnya Peranan Pemerintah Dalam Menuntaskan Krisis Politik ditubuh Hipmawan

Written By Unknown on Kamis, 18 November 2010 | 00.59

Infokom Hipmawan - Rasa prihatin atas polemik ditubuh hipmawan pekanbaru beberapa tahun silam terkesan terabaikan. Lambannya Hipmawan dalam menyingkapi masalah ini berujung perpecahan yang tidak tahu hingga kapan diselesaikan...
beberapa tahun silam terjadi kekacauan internal hipmawan dalam kanca politiknya yang berujung perpecahan dua kubu himpinan pelajar dan mahasiswa pelalawan hingga sekarang. Sangat disayangkan masalah internal ini tidak kunjung terselesaikan dan seolah olah membiarkan hal ini berlanjut hingga sekarang.
dilihat dari kronologis perpecahan ini terjadi berawal dari masa kepemimpinan saudara Hendri BS yang mengakibatkan kecemburuan sosial mahasiswa perairan terhadap mahasiswa daratan yang slalu berhasil mengusung kandidatnya di kursi kepemimpinan hipmawan. Rusaknya demokrasi kepemimpinan diakibatkan manajemen konflik yang telah sengaja direncanakan sebagai planning B oleh mahasiswa perairan apabila kandidat yang diusung untuk maju memimpin Hipmawan pada masa itu menuai kekalahan. Dan hal itu terjadi setelah sesi akhir pemungutan suara dari seluruh delegasi kecamatan telah membulatkan bahwa Hendri BS sebagai kandidat yang diusung mahasiswa daratan yang memiliki suara terbanyak dan memenangkan secara demokratis. Selang waktu beberapa saat terjadilah konflik adu mulut yang berujung pada bentrokan antara dua kubu yang memperebutkan kursi kepemimpinan. Hingga akhirnya pihak penyelenggaraan tempat turun tangan dan mengancam akan melaporkan hal itu pada pihak berwajib hingga masing masing kubu membubarkan diri dan jadi perbincangan hangat dalam internal Hipmawan..
Disinilah awal perpecahan terjadi hingga sekarang tetap berlanjut yang tak punya penyelesaian dan terkesan terabaikan. Sangat disayangkan memang beberapa pihak menganggap masalah ini sepele dan tidak berpengaruh dalam Hipmwan sendiri hingga tidak ada penyelesaian dan terkesan dilupakan.
Sekarang ada jadinya tanpa rasa persaudaraan, senasib dan seperjuangan dalam satu naungan Hipmawan. Mahasiswa yang tergabung dalam kecamatan peerairan memisahkan diri dari kesatuan Hipmawan yang berujung perpecahan yang tak semestinya ini terjadi berlangsung hingga sekarang. Prihatin memang tapi inilah kenyataan yang riil terjadi dan tak heran Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Pelalawan terbagi jadi dua kesatuan padahal masih satu visi dan visi, tujuan organisasi yang sama. Knapa harus terpisah ? Knapa tidak ada penyelesaian ? Kini belum terjawab dan masih jadi tanda tanya yang BESAR. Ada apa ditubuh HIPMAWAN ?
Dalam polemik ini Infokom Hipmawan merasa prihatin sebagai media yang diharapkan bisa merangkul pelajar kita sebagi motivasi betapa pentingnya kesatuan, betapa pentingnya kebersamaan yang melihat hal ini sangat menggangu dalam proses pelaksanaan.
Berharap ada solusi penyelesaian dari masing masing kubu yang terkait dan perhatian pemerintah pelalawan secara serius menyelesaikan polemik ini dalam ketidak jelasan hingga sekarang. Pentingnya peranan pemerintah ini diharapkan bisa perbaikan system ditubuh hipmawan...

Perlu kerjasama Hipmawan dan Pemerintah daerah dalam membangun sumber daya manusia khususnya menyatukan rasa tali persaudaraan dalam kebersamaan, kreatifitas dan kredibilitas sebagai penerus masa depan kabupaten Pelalawan..

Kirim Saran

Nama

Email

Telepon

Saran